Selasa, 04 November 2014

Judul Film       : Taare Zameen Par
Sutradara         : Aamir Khan
Penulis             : Amole Gupte
Pemeran          : Aamir Khan, Darsheel Safary, Tanay Cheda,
Sachet Engineer, Tisca Chopra, dan Vipin Sharman
Produksi          : Aamir Khan Production
Tahun              : 2007
Jenis Film        : Drama

Resensi
Taare Zameen Par adalah film India tahun 2007 merupakan film bertemakan pendidikan. Bahasa yang digunakan mudah dimengerti dan mengajarkan moral yang baik. Film ini dibuat dengan latar belakang kecintaan penulis (Amole Gupte) pada dunia anak-anak yang muncul setelah kedekatannya selama hampir 7 tahun dengan anak-anak. Film ini bertujuan untuk meningkatkan kepekaan kita terhadap anak-anak, penulis berperan sebagai orang ketiga serba tahu. Versi luar judul film ini adalah Like Stars on Earth.  
Alur cerita film ini adalah alur campur, namun cenderung menggunakan alur maju sehingga mudah dimengerti. Alur ini berkisah mengenai seorang anak yang bernama Ikshaan Awasthi (Darsheel Safary). Ia duduk di kelas 3 SD, nilainya selalu jelek dan sulit mengikuti pelajaran. Ia mempunyai kesulitan mengenai tulisan. Orang tuanya memperlakukannya seperti anak normal pada umumnya. Mereka sangat menyayangi Ikhsaan, terutama Ibunya (Tisca Chopra)
Mereka ingin ia tumbuh menjadi seperti abangnya (Sachet Engineer) yang pandai dan berprestasi, meraka tidak mengetahui kesulitan yang dialami Ikhsaan. Kesulitan dalam berbagai pelajaran membuat ia menjadi bahan ejekan teman-teman sekelasnya, bahkan gurunya juga ikut mengejeknya. Ikhsaan lebih suka bermain dan berimajinasi. Imajinasinya dituangkan melalui gambar, dari melukis di kertas sampai di tembok kamarnya.
Ayah Ikhsaan (Vipin Sharman) memindahkan Ikhsaan ke sekolah dengan program asrama. Pada awal ia berada di sekolah itu, ia terus menangis dan murung. Para guru di sekolah tersebut memperlakukannya lebih keras, dari sekolah sebelumnya. Hal ini membuatnya semakin terpukul, ia hanya bisa menangis dan memberontak dalam diam, bahkan hobi melukisnya pun redup.
Sampai seorang guru baru masuk untuk mengajar kesenian yang bernama Ram Shankar Nikumb (Aamir Khan), ia mampu membuat suasana pembelajaran di kelas Ikhsaan menjadi lebih menyenangkan. Ia lebih mengutamakan kondisi siswanya dalam belajar. Ram Shankar mengajar dengan lebih mendekatkan diri pada anak didiknya. Saat Ram Shankar menyuruh para siswa untuk melukiskan imajinasi yang mereka miliki, Ikhsaan masih bertahan dalam diamnya dan tidak melakukan apa pun. Setelah bertanya pada teman Ikhsaan, Rajan Damodaran (Tanay Cheda) dan melihat buku tugas Ikhsaan, ia terkejut karena melihat Ikhsaan menulis dengan kata yang dibalik. Hal ini membuat Ram Shankar memutuskan pergi ke rumah keluarga Ikhsaan.
Saat menemui keluarga Ikhsaan, Ram Shankar memberitahu mereka bahwa Ikhsaan mengalami dyslexia. Kesulitan dalam membaca dan menulis. Ram Shankar melihat lukisan yang dibuat Ikhsaan di tembok kamarnya, dari situ ia menyadari bahwa Ikhsaan memiliki  kemampuan melukis dan berimajinasi yang hebat. Ram Shankar pun  menjelaskan kemampuan dan bakat yang dimiliki Ikhsaan kepada keluarga Ikhsaan.
            Setelah itu Ram Shankar memutuskan untuk membantu Ikhsaan mengatasi kesulitannya dalam belajar dan memperlihatkan kemampuannya. Dalam pelajaran ia membantu Ikhsaan untuk mengajari  angka dan huruf. Ia menggunakan cara-cara yang menarik dan menyenangkan, di antaranya adalah dengan menggunakan kotak berisi pasir untuk menulis huruf dan menggunakan papan yang berisi kotak-kotak untuk menulis angka. Kesabaran dan ketekunan Ram Shankar untuk membantu Ikhsaan mengatasi kesulitannya dalam belajar berbuah manis. Ram Shankar mengadakan lomba melukis untuk seluruh kalangan dari yang muda sampai yang tua, yang bertujuan untuk memperlihatkan kemampuan Ikhsaan dalam menggambarkan imajinasinya.
            Film ini diakhiri dengan keharuan ketika Ikhsaan menjadi bintang dalam perlombaan melukis tersebut. Ia mampu mengalahkan lukisan yang dibuat oleh Ram Shankar, bakatnya diakui oleh semua orang. Ketika diumumkan kemenangannya ia merasa malu untuk maju ke panggung, keberaniannya muncul ketika melihat wajah Ram Shankar. Tepuk tangan para hadirin mengiringi perjalanannya menuju panggung, suasana menjadi semakin haru setelah ia menerima penghargaan dan ia berlari menuju Ram Shankar dengan air mata kebahagiaan. Keluarga Ikhsaan pun bangga kepada Ikhsaan dan mengetahui bakat yang ada pada dirinya.
            Amanat yang terkandung dalam film ini sangat bermanfaat bagi para penontonnya, pengarang mengajarkan kepada kita untuk menjadi diri sendiri. Manfaatkan dan kembangkanlah bakat yang ada di dalam diri kita. Bagi para orang tua penulis menghimbau agar orang tua mengetahui perkembangan anaknya dan tidak memaksakan kehendaknya kepada anak-anaknya, jangan menjadikan kesuksesan dan kedudukan menjadi patokan, biarlah mereka berkembang sesuai bakat mereka karena setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Bagi para pendidik penulis menghimbau agar para pendidik dapat memahami kondisi peserta didiknya dengan baik.
             Film Taare Zameen Par ini merupakan film yang layak ditonton untuk semua kalangan. Keterampilan berbahasa penulis dan cara para tokoh membawakan perannya membuat penonton dapat memahami cerita yang terdapat pada film, penonton dapat terbawa pada alur dan emosi yang disampaikan. Setiap tokoh memiliki karakter yang begitu kuat. Cover film ini menarik. Melalui film ini tergambar jelas bagaimana penulis ingin menegaskan bahwa setiap anak memiliki keistimewaan.

0 komentar :

Posting Komentar