Selasa, 04 November 2014



Judul               : IF
Pengarang       : Evy Ervianti
Penerbit           : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun              : Oktober 2009, Cetakan II 2010

Resensi
            Novel karya Evy Ervianti dengan tebal 240 halaman ini bertemakan perjalanan cinta. Novel ini didedikasikan pada mereka yang mengabdikan diri sepenuhnya pada dunia kempo. Kempo adalah seni bela diri dengan permainan tangan. Pengarang adalah dosen di FK Unair dan suka mengajar dibidang keahliannya: Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin. Hal ini mempengaruhi cerita ini sehingga tokoh-tokohnya begitu erat dengan profesi dokter dan kempo.
 Novel ini dibuat dengan latar belakang ketertarikannya pada dunia kempo yang bermula ketika ia harus memilih ekskul saat menjadi maba (mahasiswa baru) dan bercita-cita ingin membuat cerita berlatar belakang olahraga itu. Tujuan dari pembuatan novel ini untuk mewujudkan cita-citanya dan memperkenalkan bela diri kempo kepada para pembaca. Alur yang digunakan dalam novel ini adalah alur maju. Penulis berperan sebagai orang ketiga serba tahu.
Novel ini bercerita mengenai perjalanan cinta seorang dokter muda yang memiliki kecintaan pada dunia kempo, ia bernama Kika. Sebagai seorang kenshi (sebutan untuk penggelut seni bela diri kempo) Kika menjunjung filosofinya yang agung “Perangilah Dirimu Sendiri Sebelum Memerangi Orang Lain serta Kasih Sayang Tanpa Kekuatan Adalah Kelemahan, Kekuatan Tanpa Kasih Sayang Adalah Kezaliman”. Kika jatuh hati pada seorang cowok yang sering ia lihat pada Jum’at sore di toko buku, ia menyebut cowok tersebut sebagai obsesinya. Ia ingin sekali berkenalan dengan cowok tersebut.
Ternyata Tuhan mengabulkan keinginannya. Kika bisa berkenalan dengan cowok tersebut, ia bernama Widhi. Widhi adalah dokter spesialis muda, keponakan dosen Kika. Cinta bersemi di antara mereka ketika keduanya memperoleh kesempatan mengikuti rombongan dokter yang akan mengikuti seminar di Thailand.
Mereka berdua sangat cocok. Keduanya menggeluti hobi yang sama, yaitu olahraga kempo. Namun cinta mereka terhalang dua hal yang begitu besar. Kika telah dua tahun dijodohkan oleh tantenya dengan Ari, yang ternyata juga mengenal Widhi. Sementara Whidi akan melangsungkan pernikahan dengan Lena. Sebenarnya Whidi ingin sekali menikah dengan Kika, dengan syarat Kika mau meninggalkan Ari.
Menyikapi hal tersebut Kika merelakan Whidi untuk Lena, karena ia berfikir kalau ia mempertahankan Whidi ia akan menghancurkan hati seorang wanita. Hubungannya dengan Ari putus, karena ia menolak lamaran Ari. Whidi sudah menikahi Lena. Namun, kesedihannya tak berlangsung lama. Kika menemukan sebuah cinta yang dewasa, cinta dari seseorang yang telah lama menunggunya, cinta tersebut adalah Firman.
Melalui novel ini pengarang mengajak kita untuk berkorban dan memikirkan orang lain. Amanat dari novel ini adalah manfaatkanlah kesempatan yang ada karena kesempatan kedua tak selamanya ada. Jujurlah mengenai segala hal, kejujuran akan berbuah kebahagiaan. Berhati-hatilah dalam bertindak dan mengambil keputusan.
Cerita dalam novel ini yang benar-benar fiksi. Melalui novel ini kita dapat menambah pengetahuan mengenai kempo. Kehebatan pengarang dalam membuat akhir cerita yang indah melalui alur percintaan yang sulit untuk ditebak patut diacungi jempol. Cerita dalam novel ini tak khayal membuat mata berkaca-kaca bahkan meneteskan air mata. Namun ceritanya kurang berwarna, sedikit membosankan karena hampir semua tokohnya berhubungan dengan kempo dan kedokteran. Jika pengarang memasukkan tokoh yang berbeda, ceritanya lebih berwarna dan konfliknya lebih memikat.
 Cover dan kertas novel ini kurang menarik. Bahasa yang digunakan mudah dimengerti. Namun, beberapa istilah yang berhubungan dengan kempo tidak dijelaskan. Terdapat kalimat yang diulang-ulang. Meskipun demikian cerita ini tetap mimikat dan membuat terkesan pada akhirnya.




           
Judul Film       : Taare Zameen Par
Sutradara         : Aamir Khan
Penulis             : Amole Gupte
Pemeran          : Aamir Khan, Darsheel Safary, Tanay Cheda,
Sachet Engineer, Tisca Chopra, dan Vipin Sharman
Produksi          : Aamir Khan Production
Tahun              : 2007
Jenis Film        : Drama

Resensi
Taare Zameen Par adalah film India tahun 2007 merupakan film bertemakan pendidikan. Bahasa yang digunakan mudah dimengerti dan mengajarkan moral yang baik. Film ini dibuat dengan latar belakang kecintaan penulis (Amole Gupte) pada dunia anak-anak yang muncul setelah kedekatannya selama hampir 7 tahun dengan anak-anak. Film ini bertujuan untuk meningkatkan kepekaan kita terhadap anak-anak, penulis berperan sebagai orang ketiga serba tahu. Versi luar judul film ini adalah Like Stars on Earth.  
Alur cerita film ini adalah alur campur, namun cenderung menggunakan alur maju sehingga mudah dimengerti. Alur ini berkisah mengenai seorang anak yang bernama Ikshaan Awasthi (Darsheel Safary). Ia duduk di kelas 3 SD, nilainya selalu jelek dan sulit mengikuti pelajaran. Ia mempunyai kesulitan mengenai tulisan. Orang tuanya memperlakukannya seperti anak normal pada umumnya. Mereka sangat menyayangi Ikhsaan, terutama Ibunya (Tisca Chopra)
Mereka ingin ia tumbuh menjadi seperti abangnya (Sachet Engineer) yang pandai dan berprestasi, meraka tidak mengetahui kesulitan yang dialami Ikhsaan. Kesulitan dalam berbagai pelajaran membuat ia menjadi bahan ejekan teman-teman sekelasnya, bahkan gurunya juga ikut mengejeknya. Ikhsaan lebih suka bermain dan berimajinasi. Imajinasinya dituangkan melalui gambar, dari melukis di kertas sampai di tembok kamarnya.
Ayah Ikhsaan (Vipin Sharman) memindahkan Ikhsaan ke sekolah dengan program asrama. Pada awal ia berada di sekolah itu, ia terus menangis dan murung. Para guru di sekolah tersebut memperlakukannya lebih keras, dari sekolah sebelumnya. Hal ini membuatnya semakin terpukul, ia hanya bisa menangis dan memberontak dalam diam, bahkan hobi melukisnya pun redup.
Sampai seorang guru baru masuk untuk mengajar kesenian yang bernama Ram Shankar Nikumb (Aamir Khan), ia mampu membuat suasana pembelajaran di kelas Ikhsaan menjadi lebih menyenangkan. Ia lebih mengutamakan kondisi siswanya dalam belajar. Ram Shankar mengajar dengan lebih mendekatkan diri pada anak didiknya. Saat Ram Shankar menyuruh para siswa untuk melukiskan imajinasi yang mereka miliki, Ikhsaan masih bertahan dalam diamnya dan tidak melakukan apa pun. Setelah bertanya pada teman Ikhsaan, Rajan Damodaran (Tanay Cheda) dan melihat buku tugas Ikhsaan, ia terkejut karena melihat Ikhsaan menulis dengan kata yang dibalik. Hal ini membuat Ram Shankar memutuskan pergi ke rumah keluarga Ikhsaan.
Saat menemui keluarga Ikhsaan, Ram Shankar memberitahu mereka bahwa Ikhsaan mengalami dyslexia. Kesulitan dalam membaca dan menulis. Ram Shankar melihat lukisan yang dibuat Ikhsaan di tembok kamarnya, dari situ ia menyadari bahwa Ikhsaan memiliki  kemampuan melukis dan berimajinasi yang hebat. Ram Shankar pun  menjelaskan kemampuan dan bakat yang dimiliki Ikhsaan kepada keluarga Ikhsaan.
            Setelah itu Ram Shankar memutuskan untuk membantu Ikhsaan mengatasi kesulitannya dalam belajar dan memperlihatkan kemampuannya. Dalam pelajaran ia membantu Ikhsaan untuk mengajari  angka dan huruf. Ia menggunakan cara-cara yang menarik dan menyenangkan, di antaranya adalah dengan menggunakan kotak berisi pasir untuk menulis huruf dan menggunakan papan yang berisi kotak-kotak untuk menulis angka. Kesabaran dan ketekunan Ram Shankar untuk membantu Ikhsaan mengatasi kesulitannya dalam belajar berbuah manis. Ram Shankar mengadakan lomba melukis untuk seluruh kalangan dari yang muda sampai yang tua, yang bertujuan untuk memperlihatkan kemampuan Ikhsaan dalam menggambarkan imajinasinya.
            Film ini diakhiri dengan keharuan ketika Ikhsaan menjadi bintang dalam perlombaan melukis tersebut. Ia mampu mengalahkan lukisan yang dibuat oleh Ram Shankar, bakatnya diakui oleh semua orang. Ketika diumumkan kemenangannya ia merasa malu untuk maju ke panggung, keberaniannya muncul ketika melihat wajah Ram Shankar. Tepuk tangan para hadirin mengiringi perjalanannya menuju panggung, suasana menjadi semakin haru setelah ia menerima penghargaan dan ia berlari menuju Ram Shankar dengan air mata kebahagiaan. Keluarga Ikhsaan pun bangga kepada Ikhsaan dan mengetahui bakat yang ada pada dirinya.
            Amanat yang terkandung dalam film ini sangat bermanfaat bagi para penontonnya, pengarang mengajarkan kepada kita untuk menjadi diri sendiri. Manfaatkan dan kembangkanlah bakat yang ada di dalam diri kita. Bagi para orang tua penulis menghimbau agar orang tua mengetahui perkembangan anaknya dan tidak memaksakan kehendaknya kepada anak-anaknya, jangan menjadikan kesuksesan dan kedudukan menjadi patokan, biarlah mereka berkembang sesuai bakat mereka karena setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Bagi para pendidik penulis menghimbau agar para pendidik dapat memahami kondisi peserta didiknya dengan baik.
             Film Taare Zameen Par ini merupakan film yang layak ditonton untuk semua kalangan. Keterampilan berbahasa penulis dan cara para tokoh membawakan perannya membuat penonton dapat memahami cerita yang terdapat pada film, penonton dapat terbawa pada alur dan emosi yang disampaikan. Setiap tokoh memiliki karakter yang begitu kuat. Cover film ini menarik. Melalui film ini tergambar jelas bagaimana penulis ingin menegaskan bahwa setiap anak memiliki keistimewaan.

Sabtu, 27 September 2014


Kamis, 25 September 2014

Antara Teknologi, Remaja dan Bangsa

Berbicara tentang perkembangan teknologi, maka tidak akan lepas dari gadget. Seperti yang kita ketahui, tertera jelas dalam Wikipedia bahwa teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Tetapi pada saat ini pengertian teknologi hampir dilupakan oleh pemakainya. Teknologi digunakan bukan hanya untuk kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia tetapi untuk kepuasan.

Contohnya adalah teknologi yang seharusnya digunakan untuk mencari informasi, media sosialisasi dan komunikasi disalah gunakan. Para remaja menggunakan teknologi internet untuk mengunggah video-video dan foto yang bernilai pornografi dan melanggar norma. Padahal sudah kita ketahui bahwa tindakan tersebut akan merusak diri kita dan orang-orang di sekitar kita.

Perkembangan teknologi di era sekarang ini sangat pesat. Berbagai gadget  keluaran terbaru pun terus berkembang. Hal ini menjadi pengaruh besar terhadap remaja Indonesia. Dengan kecanggihan gadget  yang dimiliki dapat menyebabkan kurang terjalinnya komunikasi secara langsung dengan teman sebaya, orang tua, maupun orang-orang di sekitarnya karena terlalu asyik memainkan gadget yang ia punya.

Kehadiran teknologi di lingkup kehidupan sehari-hari menjadikan kita lupa diri. Anak-anak zaman sekarang bahkan melupakan permainan tradisional seperti permainan karet, guli dan lainnya. Mengapa demikian? Jawabannya adalah karena perkembangan teknologi. Anak-anak lebih suka memainkan permainan yang ada di laptop, handphone dan tablet. Lalu, bagaimana nasib permainan tradisional tersebut? Ya, mereka lenyap dimakan zaman.

Selain itu kehadiran teknologi yang begitu pesat menjadikan para remaja menjadi malas untuk berpikir, memperkecil waktu bertemunya remaja dengan buku, karena mereka terlalu mengandalkan teknologi yang ada. Ketika ada tugas dari guru para remaja dengan mudahnya dapat mengakses tugas tersebut dari internet, bahkan tak jarang ketika ujian sedang berlangsung mereka mengandalkan internet sebagai “dewa penolong”. Bagaimana nasib bangsa ini ke depannya, jika setiap remaja bersikap seperti ini. Bukankah nasib bangsa Indonesia ada di tangan remaja Indonesia?

Dari berbagai sisi negatif perkembangan teknologi terutama gadget, tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi juga memiliki banyak sisi positif. Teknologi sebagai sarana untuk mempermudah dan mempercepat akses informasi yang kita butuhkan, dengan adanya teknologi para remaja dapat mengakses berbagai informasi melalui gadget kapanpun dan di manapun.

Hal lain yang menjadi nilai positif atas perkembangan teknologi yaitu dengan teknologi para remaja semakin lebih mudah berinteraksi satu sama lain bukan hanya melalui handphone tetapi juga melalui internet.

Mengikuti perkembangan teknologi boleh-boleh saja, asalkan itu menjadi motivasi dan penyemangat untuk tetap berkarya dan berprestasi. Semua keputusan ada di tangan kita sendiri. Tergantung bagaimana kita mengambil sisi positif dan membuang jauh pengaruh negatif dari perkembangan teknologi itu sendiri. Jangan sampai justru menjadi bumerang bagi kita maupun bagi bangsa Indonesia.

Kelompok 4
Ayu Rizky Amalia
Nur Wulandari
Rumeilya Batami
Ulina Tesalonika

Kamis, 28 Agustus 2014



            Virus merah jambu banyak berkembang dikalangaan remaja. Virus ini bisa disebut virus cinta. Anisa adalah salah satu anak remaja yang terserang virus merah jambu. Ia adalah siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang sedang duduk di bangku kelas sepuluh.
            Anisa menyukai teman lawan jenisnya yang bernama Hilal. Hilal adalah anak laki-laki yang satu sekolah dengannya, namun mereka berbeda kelas dan jurusan. Anisa dan Hilal berkenalan melalui media social. Mereka berkenalan melalui facebook.
            Karena Hilal adalah anak laki-laki yang bersikap begitu dingin kepada wanita, terlihat cuek, dan begitu kental dengan ilmu agamanya. Anisa memberanikan diri untuk memulai pertemanannya dengan Hilal. Pertama-tama Anisa mencari facebook Hilal, kemudian ia menambahkan Hilal kepertamanannya. Hari demi hari dilalui Anisa, ia begitu menanti Hilal untuk menerima permintaan pertemanannya di facebook. Sampai pada suatu hari Anisa melihat pemberitahuan di akun facebooknya dan salah satu pemberitahuannya adalah Hilal menerima permintaan pertemanannya.
            Perjuangan Anisa untuk berteman dan berkenalan dengan Hilal begitu besar. Semua hal ia yang memulai, memulai pertemanan, memulai mengajak berdialog, hal tersebut cukup berat untuk wanita seperti Anisa yang memiliki gengsi begitu tinggi. Namun, semua yang dilakukannhya tidak sia-sia, Hilal yang awalnya bersikap dingin dan cuek dapat ditaklukkan oleh Anisa. Hilal mulai mengenali Anisa dan mencari tahu hal-hal mengenai Anisa.
            Hilal yang begitu mengerti dan dekat dengan agama, membuat Anisa segan dan tak terpikir untuk memilikinya. Anisa pun mulai menjauh dan tak berharap lebih kepada Hilal, karena Hilal tak pernah memberikan tanda-tanda bahwa ia menyukai Anisa.
            Waktu berlalu tanpa terasa, tiga tahun telah membuat mereka begitu jauh. Namun, tiba-tiba Hilal kembali menemui Anisa dan menyatakan peresaannya kepada Anisa. Seketika Anisa tertegun diam, seakan ia tak oercaya dengan siapa yang ada di hadapannya dan apa yang telah ia dengar, Anisa pun menerima Hilal. Dan akhirnya Mereka bersatu dan memutuskan untuk menikah dikemudian hari.












Nasi putih di atas tabung
Tabung milik si orang kaya
Mari kita rajin menabung
Karena menabung pangkal kaya

                                    Jalan-jalan ke kota tua
                                    Di tengah jalan mellihat tentara
                                    Bersikaplah sopan kepada orang tua
                                    Kasih sayangnya tiada tara

Bintang bertabur dilangit malam
Menghiasi heningnya pulau
Rasa suka jangan dipendam
Kalau dipendam membuat galau

                                    Banyak coklat di atas nampan
                                    Coklat dimakan Cik Melati
                                    Jangan banyak memberi harapan
                                    Karena hanya menyakiti hati


Merdeka Tanah Airku
Mentari pagi di ufuk timur
Sinar cerah menyapa pagi
Awan biru menata langit
Langit 17 Agustus

                        Sorak kegembiraan memecah langit
                        Wajah bahagia menghiasi pri bumi
                        Tangis haru membasahi pipi
                        Mulut membisu terpaku bahagia

Kebahagiaan begitu erat dengan pengorbanaan
Pengorbanaan 17 Agustus
Pengorbanan penuh tumpah darah nan suci
Dibalaskan dengan mengisi kemerdekaan

                        Perjuangan yang melahirkanmu
                        Semangat yang membesarkanmu
                        Merdeka Indonesia!

                        Jaya selalu negeriku!

Rabu, 07 Mei 2014

MTQ Nasional Ke 25 Tahun 2014 di Batam Kepri
MTQ Nasional XXV Tahun 2014 di Batam Provinsi Kepri
Kemenag Kab. Karimun - Pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional  yang ke 25 tahun 2014 yang akan digelar di Batam Provinsi Kepulauan Riau pada Juni 2014 mendatang telah  hampir rampung. Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan di Batam, mengatakan, pembangunan astaka, menara dan gerbang di Dataran Engku Putri sudah hampir selesai. Pun dengan pembangunan beberapa ruas jalan untuk membuka akses ke lokasi acara.

Selain itu sarana pendukung seperti hotel, transportasi dan lainnya juga sudah siap untuk pelaksanaan agenda nasional itu. Ia berkata, meski Pelaksanaan MTQ Tingkat Nasional Tahun 2014 ini adalah agenda rutin Kementerian Agama, namun Pemerintah Kota Batam turut mendukung dengan menyediakan berbagai fasilitas kegiatan keagamaan itu.

"Kami buat menara, taman dan gerbang secara permanen. Sedangkan mimbar dan astakanya yang membangun pemerintah provinsi. Nantinya mimbar dan astaka yang dibuat secara permanen akan dihibahkan oleh pemprov untuk dijadikan museum usai MTQ Tingkat Nasional 2014 nantinya," katanya.

Pelaksanaan MTQ NasionaL 2014 yang akan digelar di Batam, Provinsi Kepulauan Riau kali ini disejalankan dengan pembukaan Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI).

Ketua Umum MTQ Nasional 2014, Soerya Respationo mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah agenda untuk mempersiapkan acara akbar tersebut. Untuk memberikan bobot, ia mengatakan, unsur budaya Melayu akan dihadirkan pada penyelenggaraan MTQ.

MTQ Nasional 2014 kali ini merupakan panggilan historis kemelayuan nusantara. Tak akan Melayu bila tidak menjunjung Islam sebagai akar budaya,” kata Soerya yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Riau beberapa waktu yang lalu.

Soerya menegaskan untuk MTQ mendatang pihaknya tidak hanya sekadar menyuguhkan peristiwa rutin dan berkala saja. “Kami bertekad untuk menjadikan MTQ Nasional 2014 Kepri kali ini sebagai perhelatan kebangkitan MTQ dalam coraknya yang unik, kharismatik dan spesifik,” ujarnya.

Dijadwalkan MTQ Ke 25 Nasional 2014 di Batam ini akan dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudoyono (SBY). Selain itu artis Maher Zain juga dijadwalkan akan meramaikan acara 2 tahunan ini. 

Sementara itu Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), H Muhammad Sani dalam setiap kunjungan kerjanya ke daerah-daerah di Kepri, selalu meminta kepada masyarakat untuk mendoakan agar pelaksanaan MTQ 2014 yang akan digelar di Kota Batam dapat berjalan lancar dan sukses.

Gubernur juga selalu mengajak masyarakat di seluruh penjuru Kepri, agar bersama-sama ikut mensukseskan dan meramaikan pelaksanaan MTQ Nasional mendatang.

“Ada 34 Provinsi di Indonesia dan semuanya ingin menjadi tuan rumah MTQ Nasional 2014. Dan kita mendapatkan kesempatan tahun ini. Event ini diselenggarakan 2 tahun sekali. Kalau setelah ini kita ingin menjadi tuan rumah lagi, tentu sesuai urutan, harus menunggu 68 tahun mendatang,” jelasnya saat kunjungan kerja di Kabupaten Bintan belum lama ini.

Untuk informasi lebih lengkap seputar MTQ Nasional Batam ini bisa dilihat di website resmi MTQ Nasional XXV Tahun 2014 http://mtqnasionalxxvkepri.com/ atau bisa diunduh Google Play dengan nama "MTQ Nasional 2014".

Kemenag RI: Persiapan MTQ XXV Batam Sudah 95 Persen

Jakarta (Pinmas) – Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani menjelaskan bahwa kesiapan masyarakat dan dukungan perhelaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXV Tahun 2014 di kota Batam sudah mencapai 95 persen. 

“Dari sisi persiapan penyelenggaraan, tinggal 5 persen lagi. Jadi, Batam sudah mempercantik diri untuk penyelenggaraan MTQ nasional tersebut dan menyambut para kafilah dari berbagai provinsi di Indonesia, “ kata Sani pada launching MTQ XXV Tahun 2014 di Batam yang dibuka Menteri Agama Suryadharma Ali. Hadir dalam acara tersebut Wagub Soerya Respationo, Dirjen Bimas Islam Abdul Djamil, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Anggito Abimanyu, Dirjen Bimas Buddha Djoko Wuriyanto, Dirjen Bimas Hindu Ida Bagus Yudha Tri Guna dan sejumlah pejabat eselon II Pusat.

Kemenag RI: Persiapan MTQ XXV Batam Sudah 95 Persen Untuk waktu penyenggaraan, Sani mengatakan bahwa tidak ada perubahan dari kesiapan yang sudah dijadwalkan bahwa MTQ XXV tetap diselenggarakan pada 5-14 Juni 2014. Diharapkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dapat membuka MTQ XXV di Batam tersebut.

Dalam sambutannya Menteri Agama Suryadharma Ali menyatakan, sukses penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) bisa dilihat dari sisi penyelenggaraan dan sebagai potret perwujudan kerukunan antarumat di Tanah Air. 

“Penyelenggaraan MTQ yang banyak melibatkan antarumat dan melahirkan kerukunan antarumat baik antarapemuka agama maupun pada lapisan akar rumput menjadi potret dari semangat kerukunan nasional,” kata Suryadharma Ali.

Penyelenggaraan MTQ menurut Menag tak lepas dari kerukunan yang ada di Indonesia. Itu dapat dilihat dari pengalaman penyelenggaraan MTQ di Ambon. Banyak pihak awalnya ragu bahwa perhelatan yang dibuka Presiden SBY itu dapat berjalan sukses. Nyatanya, masyarakat Ambon yang terdiri dari umat Nasrani dan Islam saling bahu membahu menyukseskan penyelenggaraan MTQ tersebut. (ess/ant/dm/dm). Kemenag RI: Persiapan MTQ XXV Batam Sudah 95 Persen


By: http://kemenagkarimun.blogspot.com/2014/03/mtq-nasional-xxv-tahun-2014-di-batam-provinsi-kepri.html